Leeds vs Fulham: Adu Gengsi Tim Promosi

Rameune.com - September 20, 2020
Leeds vs Fulham: Adu Gengsi Tim Promosi
  (Pertandingan Sengit Leeds United vs Fulham - EPL 2020/2021)

Bukan Leeds namanya jika tidak memiliki ambisi untuk terus “leads” pada setiap pertandingan melawan tim saingan di Premier League. Pertandingan perdananya melawan juara bertahan, Leeds United seakan tidak mau bermain bertahan dengan typical permainan menyerang yang diperagakan Liverpool. Melihat dari hasil pertandingan melawan Liverpool, ada 7 goal yang tercipta pada pertandingan tersebut. Dengan skor 4 goal buat Liverpool, dan 3 goal berhasil didiptakan oleh Leeds.

Begitu juga dengan pertandingan kedua mereka, Leeds menjamu Fulham di Stadion Ellan Road menghasilkan goal total sebanyak 7 kali pada pertandingan panas tersebut. Hanya saja pada pertandingan ini, Leeds yang berhasil mendapatkan skor goal 4 dan Fulham menciptakan 3 goal. Pertandingan semalam yang saya saksikan langsung sangat membuat mata saya menjadi begitu terbelalak dengan aksi yang dipertontonkan kedua tim.

Hal ini tentunya tidak membuat pencinta premier league bertanya-tanya dengan permainan yang ditampilkan kedua tim, atmosfer pertandingan berlangsung terlihat jelas begitu tegang oleh rautan wajah yang ditunjukan oleh kedua pelatih, terlebih lagi dengan aksi Marcelo Bielsa dengan aksi khas nya duduk jongkok di pinggir lapangan. Menambah kesan ambisi nya yang begitu besar terhadap tim yang dilatihnya sejak 1 Juli 2018.

Permainan yang sangat menghibur dari kedua tim

Jual-beli serangan juga dilakukan oleh kedua tim seakan menunjukan pembuktian siapa yang lebih pantas bertahan di liga inggris untuk musim 2020/2021. Bukan hanya mengejar poin belaka yang diytunjukan oleh kedua tim promosi ini, melainkan adu gengsi.

Hal menarik banyak terjadi pada pertandingan ini, dimana kedua tim sama-sama mendapatkan 1 goal melalui titik putih. Selain itu, 3 goal yang dihasilkan oleh Leeds United berawal dari serangan sisi kanan pertahanan Fulham. Leeds hampir tidak pernah menyerang dari sisi kiri pertahanan Fulham. Tembok yang terlalu tangguh atau ini merupakan bagian dari taktik yang diracik oleh Marcelo Bielsa?

Tidak hanya sampai disitu, kerjasam tim yang diperagakan oleh Leeds united terlihat begitu solid sehingga membuat pertahanan Fulham sering kewalahan mengatasi skema penyerangan dari Leeds. Menurut catatan saya, Leeds hanya bermain bertahan pada menit 75 sampai dengan menit 80. Setelahnya, mereka kembali mempertontonkan skema penyerangan yang menarik untuk ditonton.

Nampaknya sejak tadi saya hanya mengangungkan nama Leeds saja di artikel ini, lantas bagaimana dengan Fulham? Tidak mungkin mereka berhasil menciptakan 3 goal jika tidak melakukan perlawanan yang seimbang. Perlu saya katakan disini, serangan balik dari Fulham memiliki akurasi yang sangat berbahaya dan mematikan pertahanan Leeds. Terbukti dengan 2 goal yang mereka sarangkan ke gawang Leeds berasal dari serangan balik. Wajar jika hal ini membuat pelatih dari Leeds United merasa gelisah di sepanjang pertandingan.

Namun ada satu pelajaran yang bisa saya ambil dari pertandingan ini, Leeds memiliki ambisi terbesarnya untuk menguasai liga inggris dan mungkin bahkan menjadi juara baru setelah 18 tahun lamanya tidak pernah mengecap atmosfer liga inggris. Siapa yang tahu? Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola.