Apakah Mungkin Kominfo Gayo Lues Bisa Gagal Paham Masalah Media Informasi ?

Seperti yang diberitakan oleh sebagian media online dalam beberapa hari yang lalu di seputaran Gayo Lues dengan judul “Dinas Kominfo Gayo Lues Rapat Penerapan CMS Aceh Webcore 4.0” masih tayang untuk publik sampai saat berita ini dipublikasikan.

Gambar : sumber mediacenter.gayolueskab.go.id diakses pada 24 November 2019

Ada beberapa isi yang sangat menarik di dalam pemberitaan tersebut untuk dibahas bersama seperti yang diutarakan oleh seorang dari kalangan masyarakat biasa di Kabupaten Gayo Lues bernama Said Ramadhi, S.Kom,.M.Kom kepada media ini seperti berikut.

Pertama, potongan berita tanggapan dari Kepala Dinas Kominfo yaitu “kami Dinas Komingo (ada yang tahu apa itu Dinas Komingo ?) Kabupaten Gayo Lues bertekat akan membangun stadion Tv, Radio, Website dan kami akan mempublikasikan kegiatan-kegiatan pemerintah daerah dalam media yang kami rencanakan ditahun 2020. Padahal sudah jelas judul berita mengenai CMS Content Management System, Kenapa jadi pembahasannya out off the topic mengenai rencana membangun Stadion TV Radio dan website padahal seperti yang diketahui selama ini sudah ada media informasi tersebut di Gayo Lues. Sebenarnya saya sangat yakin beliau ini paham sampai dengan detailnya apa itu Content Management System.

Kedua, dari analisa pemberitaan media online adanya penulisan yang masih amburadul layaknya anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sedang belajar menulis dan itu ditayangkan dengan kesalahan yang sama sehingga jelas terlihat copy-paste, salah satunya seperti yang telah digaris bawahi bewarna merah pada gambar dan adanya perbedaan dalam penulisan gelar atas nama orang yang sama. Sehingga menjadi suatu pertanyaan bagi publik yaitu dimana peran redaksi penyunting naskah berita dalam hal ini. Apakah hanya sekedar memposting berita mentah-mentah saja tugasnya tanpa editor.

Gambar : sumber dari baranewsaceh.co diakses pada 26 November 2019

Ketiga, dari hasil kandungan informasi dalam pemberitaan tersebut sehingga terlintas dalam benak publik akan sebuah keraguan tentang knowledge Dinas Kominfo itu sendiri, bagaimana mereka akan menerapkan perkembangan isu terkini dalam bidang Teknologi Informasi untuk menjadi pelopor di era Revolusi Industri 4.0 (four point zero) sementara konteks 4.0 saja masih di tuliskan dengan kata (four point 0).

Dengan adanya beberapa fakta yang terjadi ini dalam penyebaran media informasi publik di Kabupaten Gayo Lues. Kita berharap semoga akan dapat menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama, karena saat ini masyarakat sudah cerdas dan lebih peka terhadap isu terkini khususnya komunikasi dan informasi. Karena tidak mungkin masyarakat biasa seperti saya ini harus mengoreksi pemberitaan dalam penyebaran media informasi dari pihak yang lebih berkompeten di bidangnya itu, demikian menurut Said Ramadhi, S.Kom,.M.Kom mengakhirinya dengan sebuah senyuman. (iTrust)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *