Demo Kedubes Armenia, OIC Youth Indonesia Sholat Gaib Untuk Para Syuhada

Rameune.com - November 19, 2020
Demo Kedubes Armenia, OIC Youth Indonesia Sholat Gaib Untuk Para Syuhada
  (Rameune.com)
Penulis

Rameune.com, Jakarta – OIC Youth Indonesia berunjuk rasa di depan kantor Kedubes Armenia sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap korban di Nagorno-Kharabahk, Azerbaijan, Jumat (17/11/2020).

Dalam aksi tersebut, OIC Youth Indonesia menuntut kedewasaan dari pemerintah Armenia agar tidak melanggar aturan yang sudah disepakati dalam proses perjanjian gencatan senjata antara Azerbaijan dengan Armenia.

“OIC Youth Indonesia berharap pemerintah Armenia lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan yang ada, khususnya berkaitan dengan Nagorno-Kharabahk yang dalam putusan PBB merupakan wilayah sah Azerbaijan”. Ucap Astrid yang merupakan Sekjend OIC Youth Indonesia, Jumat. (17/11/2020).

“10 November 2020 peperangan perebutan wilayah antara Armenia dengan Azerbaijan telah berakhir, maka dari itu jangan ada lagi peperangan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia yang tidak bersalah. Apapun agamanya, etnisnya dan latar belakang kehidupannya, kedamaian diatas segala-galanya”. lanjut Astrid.

Sedangkan dalam orasi ilmiah lainnya, wakil presiden ICYF wilayah Asean Tantan Taufiq Lubis mengucapkan selamat atas kemenangan perang tentara dan rakyat Azerbaijan melawan agresor Armenia.

“Kami ucapkan selamat atas kemenangan tentara dan rakyat Azerbaijan dalam melawan agresor Armenia, selamat bersukacita dan perdamaian dunia harus tetap ditegakkan”. Ucap Tantan Taufiq Lubis.

Selain itu, pria yang biasa dipanggil Tolub tersebut memimpin sholat ghaib yang bertujuan untuk mendoakan para syuhada yang menjadi korban dalam peperangan yang terjadi di Nagorno Kharabahk, sekaligus mendoakan kedamaian dan kemakmuran negara Azerbaijan.

“Kami mendoakan agar para syuhada diberikan tempat yang paling tinggi oleh Allah SWT dan segala persoalan yang terjadi bisa diselesaikan dengan diplomasi yang baik, tanpa adanya peperangan yang dapat merugikan orang lain”. Tutup Tantan Taufiq Lubis.