Dom Drien Tradisi Durian Party di Aceh Selatan

Rameune.com - 19 July 2021
Dom Drien Tradisi Durian Party di Aceh Selatan
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Selatan – Tibanya musim durian tidak hanya mendongkrak ekonomi petani sebagai pendapatan musiman tetapi juga menghangatkan suasana sosial di tengah-tengah masyarakat.

Pasalnya setiap momen panen durian biasanya kebun durian ramai ditungguin tidak hanya oleh petani pemilik kebun tetapi juga para keluarga dan kolega.

Ada tradisi yang masih dijalankan secara turun temurun di kalangan masyarakat Aceh Selatan yaitu menginap di bawah pokok durian. Masyarakat menyebutnya dengan istilah “dom drien” yang berarti bermalam menunggu durian jatuh. Berbeda dengan istilah “keumit drien” atau menunggu durian, dom drien khusus dilakukan pada malam hari.

Dalam rangka menjalin silaturahmi di kalangan para alumni, Perkumpulan Alumni SMKN 1 Pasie Raja (Palosta) menggelar kegiatan dom drien bersama di Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan (17/07/2021).

Baca Juga:  Bank Aceh Syariah Tapaktuan Salurkan Dana CSR

Menurut Hasbaini, kegiatan silaturahmi ini terbuka untuk seluruh alumni dan guru yang berminat. Sedikitnya 30 orang hadir dalam kegiatan tersebut dari berbagai angkatan dan daerah. Bahkan salah seorang guru yang saat ini bertugas di Nagan Raya ikut serta meramaikan kegiatan unik ini.

Kegiatan dom drien ini difasilitasi langsung oleh Keuchik Jambo Papeun, Hadi Irani. Kebetulan isteri pak keuchik merupakan alumni kami juga, jelas Hasbaini.

“Beliau luas kebun duriannya, tempat dan lokasinya tidak hanya strategis tetapi sangat indah”, ungkap Hasbaini.

Baca Juga:  Bupati Aceh Selatan Tgk Amran Lantik Gurunya Jadi Ketua PGRI Asel

Menurut Ketua Ikatan Alumni SMKN 1 Pasie Raja (Palosta), Muhammad Yasar, ide dom drien ini muncul dari perlunya mengangkat kearifan lokal yang unik dan menarik serta memiliki makna silaturahmi sosial yang tinggi. Tradisi dom drien perlu dilestarikan dan potensial untuk dikemas sebagai paket wisata agro yang menarik.

“Melihat potensi geografisnya, desa Jambo Papen dan sekitarnya ini sangat cocok dijadikan sebagai desa wisata dom drien”, kata Yasar.

“kebun duriannya tidak jauh dari jalan raya, slope lahan tergolong landai, kebun masyarakatnya sangat luas, dan memiliki alur sungai yang sangat apik untuk kegiatan wisata”, jelas Yasar lebih rinci.

Baca Juga:  AHY: Tiga Minggu Tak Bersuara, Moeldoko Ternyata Cuma Bohong Lagi dan Menghasut

Sementara Keuchik Jambo Papeun, Hadi Irani, menyambut kegiatan Palosta ini dengan suka cita.

Menurut Hadi, pesertanya sangat beragam dan tidak sekedar menunggu durian jatuh semata.

Banyak diskusi menarik dalam pertemuan ini. Hadi bahkan mengaku, secara pribadi sedang menyiapkan lahannya dengan berbagai fasilitas agar suasana dom drien lebih nyaman ke depan.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Sosial Aceh Selatan, Zubir Efendi, S.Pt, Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, Guru SMK Nagan Raya, Ir. Darmayedi, Kasi Distannak Aceh Selatan, Drh. Ismail Ali RL, dan Kabag Umum/Humas Poltas, Hasbaini, S.Pd, M.Pd.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar