Gelar FGD, BPDP-KS Dukung Peremajaan Sawit Rakyat Sebanyak 500 Ribu Hektar di Aceh

Rameune.com - 15 June 2021
Gelar FGD, BPDP-KS Dukung Peremajaan Sawit Rakyat Sebanyak 500 Ribu Hektar di Aceh
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.con, Banda Aceh – Apkasindo dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) gelar Fokus Grup Diskusi (FGD) bertajuk “Kiat Sukses Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat Dalam Rangka Mendukung Percepatan PSR 500.000 Hektar”.

Direktur perencanaan dan pengelola dana BPDPKS, Kabul Wijayanto, mengatakan pihaknya sangat mendukung program peremajaan sawit (PSR) di Aceh. Demikian untuk mengatasi permasalahan dan tantangan petani sawit rakyat.

“Petani swadaya mengusai hampir separuh perkebunan kelapa sawot Indonesia,” kata Kabul melalui virtual, Selasa, 15 Juni 2021.

Baca Juga:  Breaking News, Diduga Lakukan Aksi Pencurian, Seorang Lelaki Babak Belur Diamuk Massa

Tujuan program sawit rakyat agar dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, pendapatan, kesejahteraan, mengurangi GAP, meningkatkan keamanan kebun, menambah Multipier Effect dan meningkatkan ekonomi nasional.

Kabul menjelaskan petani swadaya menguasai sebanyak 6,72 juta hektar atau 41 persen lahan sawit di Indonesia. Sedangkan perusahaan swasta sebanyak 8,68 juta hektar atau 53 persen lahan. Dan sebanyak enam persen atau 0,98 juta hektar lahan kelapa sawit dimiliki oleh BUMN.

Baca Juga:  Cara Mengubah Word ke PDF Praktis dan Mudah

Sekian banyak lahan yang digunakan untuk membuka lahan sawit, total 2,6 juta petani dan sudah memperkerjakan 4,3 juta pekerja perkebunan.

Menurut data, kata Kabul, masalah yang terjadi pada petani kelapa sawit saat ini ialah, produktivitas rendah. Sehingga mengakibatkan kesejahteraan petani rendah.

Untuk itu, Kabul mengimbau agar petani di Aceh dan Indonesia harus meningkatkan produktivitas sehingga dapat mensejahterakan petani.

Kabul mengatakan peningkatan produktivitas Calm Palm Oil sebagai produk utama kelapa sawit berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik regional bruto daerah-daerah sentra kelapa sawit.

Baca Juga:  Tak becus, AMPES desak Walikota Copot Kepala Puskesmas Rundeng

BPDPKS sangat mendukung sektor sawit Indonesia berdasarkan Perpres nomor 61 tahun 2015 jo. Perpres nomor 66 tahun 2018. Pembentukan BPDPKS sebagai upaya pengontrol stabilisasi harga sawit.

Realisasi penyaluran dana PSR dari BPDPKS sudah mencapai Rp. 6,01 triliun dengan luas lahan sebanyak 222.948 hektar lahan. Program itu dilakukan sejak 2016 hingga sekarang. (Rahmad)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar