Hadiri Pembukaan SKPP Tingkat Menengah, Ini Harapan Bupati Aceh

Rameune.com - 18 October 2021
Hadiri Pembukaan SKPP Tingkat Menengah, Ini Harapan Bupati Aceh
  Pembukaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Menengah di Kabupaten Aceh Selatan di Aula Hotel Dian Rana, Tapaktuan, Aceh Selatan, Minggu (17/10/2021)/Foto: Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Selatan – Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran yang di wakili Kasatpol PP dan WH Kabupaten Aceh Selatan, Dicki Ichwan SSTP, menghadiri pembukaan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Menengah di Kabupaten Aceh Selatan.

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) di Aula Hotel Dian Rana, Tapaktuan, Aceh Selatan, Minggu (17/10/2021), yangberlangsung selama 4 hari sejak tanggal 17 sampai dengan 20 Oktober 2021 dan diikuti 36 peserta dari 5 kabupaten kota diantaranya ; Kabupaten Nagan Raya, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Simeulue dan Kota Madya Subulussalam.

Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dalam sambutannya mengharapkan kepada peserta SKPP melalui kegiatan ini agar serius mengikuti materi pembekalan sehingga nantinya ilmu dan pengetahuan bisa ditransfer sekaligus dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara mengawasi jalannya demokrasi saat pemilihan umum.

“Kegiatan ini juga merupakan wadah tempat untuk proses sosialisasi dalam mentransfer pengetahuan serta keterampilan pengawasan pemilu sehingga masyarakat akan dilibatkan dalam demokrasi guna mewujudkan pemilu yang transparan dan bermartabat” kata Tgk. Amran.

“Harapan kita semua, dalam pelaksanaan SKPP ini, Mudah-mudahan akan dihasilkannya output dari proses demokrasi untuk rakyat atau pemimpin negara maupun daerah, yang betul-betul membawa perubahan besar bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslih Provinsi Aceh Marini mengharapkan kepada peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) tingkat menengah di Kabupaten Aceh Selatan dapat mengikuti proses pendidikan ini dengan baik, fokus dan tetap semangat terutama pembelajaran penting sangat membantu pada saat pelaksanaan tahapan pemilu serentak mendatang.

“Dimana peran dari kader pengawas partisipatif itu bisa terlibat aktif dalam mencegah terjadinya pelanggaran dan kecurangan pada saat pemilu serentak 2024 nanti,” kata Marini.

Tentunya, lanjutnya, batasan-batasan mana yang menjadi ranah kerjanya kader pengawas partisipatif, tentunya melalui Sekolah Pengawas Partisipatif (SKPP) ini yang akan di jelaskan dengan baik bagaimana mereka mampu menganalisa juga bentar-bentuk pelanggaran yang terjadi selama penyelenggaraan pemilu itu sendiri.

Selain itu juga, diharapkan mereka bukan hanya mengetahui pada saat pemungutan suara saja tatapi proses pencegahan juga mampu dilakukan di antara lain menolak politik uang dan menyaring segala informasi yang berbau Hoax dan juga mampu melihat indikasi kecurangan pemilu itu sendiri.

Bagi mereka yang mengikuti kegiatan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif selama 4 hari ini diharapkan mereka mampu mentransfer kembali pengetahuan yang peroleh ke Kabupaten kota masing-masing, para alumni SKPP yang belum mempunyai kesempatan yang sama untuk hadir disini.

“Membentuk forum-forum diskusi serta wadah-wadah komunitas dari alumni SKPP itu penting karena mereka juga merupakan agen perubahan dalam mengawal pemilu yang berintegritas, jujur, adil dan bermartabat. Selain itu ini adalah modal awal mereka sebagai pelopor pemantau pemilu pada tahun 2024 nanti,” pungkasnya.

Adapun fasilitator pada Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) di Kabupaten Aceh Selatan yakni; Baiman Fadhli, Nurhayati, Romdana, Arman Fauzi, Sariyulis, Wildan Zacky, Yusriadi, Ely Safrida dan Fajri M. Kasem.

 

Kabupaten Aceh Selatan merupakan tuan rumah pada penyelenggaraan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Tingkat Menengah. (KS)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar