HMI Copot dan Bakar Spanduk Ajakan Tolak FPI

Rameune.com - 3 January 2021
HMI Copot dan Bakar Spanduk Ajakan Tolak FPI
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Tapaktuan – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Aceh Selatan  menurunkan sejumlah spanduk yang berisi ajakan pembubaran ormas FPI (front pembela Islam) di sejumlah lokasi, Sabtu (2/1).

Spanduk yang mereka turunkan itu  dipasang tanpa mencantumkan identitas pemasang (pemilik), sehingga menjadi pertanyaan para aktifis HMI tersebut.

Para mahasiswa ini juga mencurigai, apakah spanduk itu memiliki izin dari pihak terkait di Pemkab Aceh Selatan.

Di kutip dari Acehherald.com, operasi “penertiban dengan cara menurunkan dan membakar” spanduk tersebut berlangsung sekitar pukul 20.10 WIB.

Baca Juga:  Segera Daftar! Rekrutmen Tenaga Ahli P3PD Kementerian Desa

Adapun beberapa titik lokasi yang diturunkan itu antara lain, Bundaran Kedai  Aru (lampu merah), di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Pala Indah Jalan Merdeka Tapaktuan, dan Jalan Cut Ali Desa Lhok Beungkuang (depan Cafe Radja Coffee).

Sekretaris Umum HMI Aceh Selatan, Irwandi Kamaruzaman, membenarkan pihaknya telah melakukan pencopotan spanduk dan membakarnya.

Dikatakan, alasannya mencopot spanduk itu, karena bisa menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat.

Baca Juga:  Kini ASN Di Babel Sudah Ada Bantuan Hukum Yaitu LKBH KORPRI

“Kami menilai isi dari spanduk itu dapat menimbulkan kegaduhan masyarakat, padahal kita sudah mengetahui  bersama bahwa FPI sudah dibubarkan, tapi kalau masih ada juga statemen seperti itu bisa membuat masyarakat risih saat membacanya”, kata Irwandi Kamaruzaman, di Tapaktuan, Sabtu, (2/1).

Menurutnya, alasan lain, adalah spanduk itu, dipasang tanpa menjelaskan, siapa yang memasangnya, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ironisnya, spanduk itu mengatasnamakan pemuda Aceh, karena itulah spanduk kami copot, kata Irwandi.

Baca Juga:  Baitul Mal Aceh Selatan Bagikan Sembako Kepada Tukang Becak

Semestinya, kalau mereka (maksudnya yang memasang-red) mengatasnamakan pemuda, mereka juga harus berkonsultasi seputar spanduk itu.

Dia mengingatkan, setiap pemasangan spanduk harus mengacu kepada regulasi dalam emasangan spanduk tersebut.

Berarti spanduk itu (maksudnya spanduk yang diturunkan itu-red) melanggar aturan Perda terkait pemasangan spanduk sejenis di ruang publik.

“Itu melanggar Perda, memasang spanduk itu ada aturannya, harus ada izinnya,” demikian Sekum HMI Aceh Selatan.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar