Kepala  SD Negeri 1 Banda Sakti Gelar Sosialisasi Asesmen Nasional (AN) Bagi Guru

Rameune.com - March 12, 2021
Kepala  SD Negeri 1 Banda Sakti Gelar Sosialisasi Asesmen Nasional (AN) Bagi Guru
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Lhokseumawe – Ujian sekolah atau ujian semester kerap dijadikan evaluasi pembelajaran bahkan kelulusan siswa. Namun, tahun ini sistem ini tidak digunakan lagi.

Evaluasi dilakukan memakai Asesmen Nasional (AN) yang berupa potret secara komprehensif untuk melakukan evaluasi diri dan perencanaan perbaikan mutu pendidikan.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas kepala SDN 1 Banda Sakti Lhokseumawe Efendi, S.Pd., M.Pd mengadakan  sosialisasi terkait dengan Asesmen Nasional (AN) bagi guru guru di SDN 1 Banda Sakti Lhokseumawe dengan mengundang narasuber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe yaitu Kasi Kurikulum Fauziah, S.HI., M.Pd. Selasa (09/03) lalu.

Kepala SD Negeri 1 Banda Sakti Lhokseumawe Efendi, S.Pd., M.Pd, dalam sambutannya di Ruang Aula SDN 1 Banda Sakti Lhokseumawe menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Asesmen Nasional (AN) ini merupakan salah satu upaya  untuk meningkatkan kualitas Guru di SDN 1 Banda Sakti Lhokseumawe sebagai pelayanan pendidikan.

Menurutnya,  program Asesmen Nasional yang menggunakan teknologi digital,  harus disikapi oleh semua guru dengan meningkatkan kemampuan  IT tim masing-masing.

“Sehingga dengan penguasaan teknologi tersebut akan mampu mengatasi permasalahan yang mumgkin akan muncul”, Tegasnya.

Selanjutnya beliau menjelaskan “Sosialisasi ini merupakan upaya Sekolah untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Oleh karena itu,  program AKM yang menggunakan teknologi IT,  harus disikapi oleh semua Guru dengan meningkatkan kemampuannya. Sehingga pada waktunya akan berjalan sesuai dengan program”, tutupnya saat membuka kegiatan Sosialisasi.

Kasi Kurikulum Fauziah, S.HI., M.Pd menjelaskan juga bahwa setiap sekolah harus mempersiapkan sejak awal program Asesmen Nasional. Sehingga akan menghasilkan input dan output,  yakni siswa lulusan yang dapat dibanggakan.

Lebih jauh disampaikannya bahwa, Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengukur kesiapan sekolah-sekolah dalam menghadapi Asesmen  Nasional.

Fauziah mengingatkan bahwa Asesmen Nasional merupakan pemetaan mutu pendidikan untuk seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan jenjang mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah.

Menurutnya,  terdapat tiga bagian penting dalam asesmen di atas,  yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang dirancang untuk mengukur hasil belajar kognitif (literasi dan numerasi) siswa.

Berikutnya adalah Survei Karakter yang dirancang untuk mengukur capaian belajar siswa dalam bidang sosial emosional berupa pilar karakter dengan tujuan untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila.

Sementara yang terakhir adalah Survei Lingkungan Belajar yang  bertujuan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Fauziah  menandaskan bahwa apabila sebelumnya ujian akhir nasional digunakan untuk menguji hasil belajar siswa sebagai syarat kelulusan, maka Asesmen Nasional dapat dikatakan melakukan pengujian secara lebih luas.

Menurutnya. hal ini dilakukan dengan tujuan melakukan pemetaan dasar dari kualitas pendidikan yang nyata ada di lapangan.

“Sebelumnya ujian akhir nasional digunakan sebagai syarat kelulusan, maka Asesmen Nasional lebih luas. Tujuan utamanya adalah untuk pemetaan dasar dari kualitas pendidikan  di sekolah-sekolah,” tandasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar