KIP Aceh Selatan Dinilai Diskriminatif dan Eksklusif

Rameune.com - 17 December 2021
KIP Aceh Selatan Dinilai Diskriminatif dan Eksklusif
  Kantor KIP Aceh Selatan
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Selatan – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan dinilai sebagian insan pers bersikap ekslusif terkait kegiatan kunjungan Ketua KPU RI beserta rombongan di Tapaktuan, Aceh Selatan. Kegiatan kunjungan KPU pusat tersebut berlangsung di aula Pendopo Bupati Aceh Selatan, Jum’at (17/12/2021).

Pasalnya, ketua KIP Aceh Selatan Saiful tidak memberitahukan kunjungan pejabat setingkat menteri ke pada pihak wartawan, kecuali wartawan tertentu sehingga terkesan diskriminatif (pilih kasih).

Padahal kegiatan itu seharusnya diliput wartawan sebagai media sosialisasi tentang penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2024 yang fenomenal itu.

“Ada banyak hal yang perlu disampaikan melalui media kepada masyarakat atas penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2024,” kata sejumlah wartawan Aceh Selatan.

Karena itulah, lanjutnya, KIP Aceh Selatan di nilai ekslusif dan diskriminatif. Pihak wartawan menilai betapa pentingnya hal-hal berkaitan pemilu disampaikan kepada masyarakat, apa lagi yang hadir itu tangan pertama pemilu di Indonesia.

“Tentu akan menyegarkan pengetahuan masyarakat melalui wartawan. Dan informasi terbarukan berkaitan dengan pemilu yang patut di ketahui masyarakatnya,” ucap sejumlah wartawan.

Menurut keterangan yang di himpun wartawan pengaturan undangan yang hadir langsung ditentukan oleh ketua KIP Aceh Selatan Saiful. Sedangkan sekretariat tidak terlalu tahu tentang objek peserta dalam pertemuan termasuk wartawan.

Sebagaimana diketahui, acara penyambutan dan pertemuan dengan KPU RI beserta rombongan ke Aceh Selatan dalam rangka menyaksikan penyerahan penyerahan hibah tanah dan bangunan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kepada KIP Aceh Selatan dan sekaligus roadshow ke Aceh Barat Selatan.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Wartawan kepada Ketu KIP Ace Selatan Saiful membantah jika pihaknya dinilai ekslusif apalagi disebut diskriminatif.

“Gak la bang, manalah acara tersebut ekslusif apa lagi diskriminatif karena acra itu di fasilitasi oleh pihak Pemda Aceh Selatan,” kata Saiful Bismi.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar