Kisruh Oknum Guru Dengan Wartawan Tak Kunjung Usai, T. Sukandi Minta Bupati Turun Tangan

Rameune.com - 3 October 2021
Kisruh Oknum Guru Dengan Wartawan Tak Kunjung Usai, T. Sukandi Minta Bupati Turun Tangan
  Ketua Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PeKA) Teuku Sukandi./Foto: Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Selatan – Diharap Bupati Aceh selatan turun tangan menyelesaikan gonjang-ganjing antara wartawan dengan oknum guru SD 1 Batu Hitam NN terkait permasalahan mutasi seorang guru dan dugaan arogansi oknum kepala SD 1 Batu Itam F, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, kata Ketua Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PeKA) Teuku Sukandi, dalam rilisnya yang di terima Rameune.com, Minggu (03/10/2021).

Menurut T. Sukandi, F Kepala SD 1 Batu Itam berprilaku Otoriter dengan mengusulkan mutasi guru di sekolahnya yang cukup punya prestasi dengan cara mendikte Kadis pendidikan sehingga Kadis terpengaruh, karena F adalah teman baik Kadis semenjak mereka sama-sama sekolah di SPG (sekolah pendidikan guru) dan Kadis dengan segala dalih yang dijadikan alasanĀ  telah dapat meyakinkan bupati sehingga bupati memutasikan Guru SD 1 Batu Itam Kecamatan Tapaktuan tersebut ke Kecamatan Pasiraja.

Lanjutnya, setelah lebih kurang satu Minggu Mutasi berjalan Bupati menyadari bahwa Mutasi guru yang dilakukannya itu adalah keliru maka atas kekeliruan kebijakan beliau itu maka bupati lakukan mutasi ulang sehingga guru yang dimutasi tersebut telah di tempatkan di SD 5 Unggul Gampong Lok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan.

“Sebelum Mutasi itu terjadi F juga telah memecat seorang operator sekolah yang sudah 9 Tahun berbakti & mengabdi disekolah SD I Batu Itam itu Tampa alasan kecuali didorong rasa tidak suka F sebagai kepala sekolah,” kata T. Sukandi.

T. Sukandi mengatakn, selanjutnya F diduga perintah NN untuk membersihkan nama baik beliau pada pihak terkait dikarenakan di media begitu gencar berita tentang beliau yang bersikap ditaktor di informasikan oleh para tokoh masyarakat dan LSM, maka R alias NN mului bergrilya mendatangi Wartawan, guru-guru termasuk saya sendiri (T. Sukandi) didatangi R alias NN.

Berikutnya diantara para pihak yang didatangi NN karena sudah merasa kesal pada NN yang selalu membual maka pembicaraan R alias NN direkam.

“Diantara pembicaraannya itu terlontar kata tuduhan dari mulutnya bahwa wartawan tampa surat kabar itu adalah WTS & dalam rekam itu juga dapat diketahui bahwa R alias NN membolos jam pelajaran atau NN tidak masuk mengajar anak disekolah sehingga 3 jam pelajaran kosong sehingga anak-anak tidak belajar akibat NN pergi membual pada orang yang sengaja didatangi Nino atas perintah F kepala sekolah,” ucapnya.

T. Sukandi menerangkan, Setelah rekaman beredar luas maka timbul kegaduhan dan gonjang-ganjing yang luar biasa yang menjadi bahan perbincangan dimana-mana tentang Kepala SD I Batu Itam yang diktator serta NN yang telah dilaporkan ke polisi karena R alias NN telah menghina wartawan dengan sebutan WTS.

Dari semua akumulasi F dan NN tersebut Institusi Pendidikan terlihat biasa-biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa dan demikian juga dengan lembaga PGRI seperti Bebal serta abai saja tentang kekisruhan ini.

“Fakta logika dan rasionalnya telah begitu lamanya persoalan ini diributkan & telah terekspose di media elektronik hampir setiap hari tapi tidak ada tindak lanjut yang kongkrit dan nyata yang ada NN diduga diperitahkan mereka untuk mendalangi wartawan dengan cara-cara tidak beretika dan berbau intimidasi,

Menurutnya, Persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan kebijakan Kadis pendidikan secara persuasif dan preventif pada akhirnya melebar kemana-mana, maka tentu bila masalah ini dibiarkan mengambang pasti akan menjadi bom waktu yang tentu Bupati akan menerima dampaknya.

“Maka oleh karena Institusi Dinas Pendidikan Aceh selatan dan lembaga PGRI Aceh Selatan mendesak Bupati Aceh Selatan mencari solusi atau win-win solusi untuk menyelesaikan masalah SD 1 Batu Itam,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar