Oknum Guru SDN 1 Batu Itam Mendatangi Wartawati di Kantor PWI yang Menpolisikannya

Rameune.com - 2 October 2021
Oknum Guru SDN 1 Batu Itam Mendatangi Wartawati di Kantor PWI yang Menpolisikannya
  Foto: Ilustrasi
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Selatan – R alias NN Oknum guru SDN 1 Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, mendatangi Dahyati wartawati yang melaporkan Nino kepolisi atas pencemaran nama baik wartawan kepolisi dengan kalimat wartawan yang tidak punya surat kabar adalah WTS.

Sekitar pukul 10.00 WIB NN by phone Dahyati mengajak ketemu beliau di SD I Batu Itam tetapi Atik menawarkan pada NN untuk ketemunya di kantor PWI jalan merdeka Tapaktuan saja dan hal itu disetujui NN, kata Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PeKA) Teuku Sukandi kepada Rameune.com, di Tapaktuan, Sabtu (02/10/2021).

T. Sukandi mengatakan, Setelah tidak berapa lama menungu NN tiba dikantor PWI, sementara Atik dikantor PWI bersama istri Ivan Tarigan wartawan Elektronik TV INews  karena istri Ivan Tarigan sedang menunggu suaminya.

“Begitu Nino sipersilakan duduk di kantor PWI, NN langsung menyampaikan unek-uneknya (perasaan yang terpendem-red) dengan nada keras serta intonasi berisi intimidasi,” kata T. Sukandi, mengutip keterangan Dahyati.

Masih mengutip Dahyati, T. Sukandi mengatakan, NN menyebut dirinya adalah korban dari rekaman yang dilakukan perekam yang mengakibatkan ia berurusan dengan polisi.

NN juga mengatakan kenapa wartawan melaporkannya ke polisi tanpa  mengonfirmasikan kepadanya terlebih dahulu.

Dalam percakapan tersebut, NN tidak memberikan kesempatan kepada wartawati  sebagai lawan bicaranya untuk menyampaikan pendapatnya yang ada NN terus menggurui, dan menuding bahwa terkait pemberitaan mutasi tersebut hanya sepihak, padahal nara sumber lengkap dari LIBAS dan Dinas Pendidikan Asel.

“Bahkan, NN mengatakan  tidak akan mau meminta maaf karena menganggap tidak bersalah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Selatan, Yusri ketika dikonfirmasi, ia mengatakan masalah ini, pihaknya akan musyawarah kembali dengan Dinas, supaya ada jalan terbaiknya.

Kemudian Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak menangapi kedatangan oknum guru berinisial NN ke Kantor PWI Aceh Selatan, dan sangat menyayangkan, karena kedatangan nya tidak sama sekali ber etikad baik, malahan dengan sadar dia mengatakan, bagi dia, WTS itu tidak suatu penghinaan, namun bagi saya selaku aktivis perempuan, sangat  mengutuk, oknum guru tersebut, karena melecehkan profesi seorang wartawan, apa karena wartawan tersebut  perempuan.

“Ingat ya, saudara pendidik tapi tidak  bermoral, sekali lagi saya tegaskan, oknum guru ini tidak pantas, di sebut sebagai guru”, tegas Hartini.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar