Oknum PNS KPLP Tapaktuan Diduga Telah Melakukan Penganiayaan Terhadap Anak Disabilitas

Rameune.com - December 9, 2020
Oknum PNS KPLP Tapaktuan Diduga Telah Melakukan Penganiayaan Terhadap Anak Disabilitas
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Tapaktuan – Oknum PNS di Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Republik Indonesia (KPLP) Tapaktuan

diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Anak Cacat Mental (Disabilitas) hal itu disampaikan oleh Kapolres Aceh Selatan, AKBP Ardanto Nugroho S.I.K, SH, MH, melalui Kasat Reskrim Iptu Bima Nugraha Putra STK pada Rameune.com, Rabu (09/12/2020).

Pihaknya Polres Aceh Selatan telah melakukan penyidikan Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-B/46/XII/RES.6./2020/POLDA ACEH/RESASEL/SPKT tanggal 08 Desember 2020, kata Kasat Reskrim AKP Bima.

Lebih lanjut, Iptu Bima mengatakan waktu kejadian pada hari Senin tanggal 07 Desember 2020 sekira pukul 20.30 Wib bertempat di halaman mesjid depan BRI Unit Gampong Lhok Bengkuang Kabupaten Aceh Selatan.

Baca Juga:  Breaking News! Jembatan Penghubung Ambruk, Gampong Lawe Cimanok Terancam Terisolir

Adapun tindak pidana yang terjadi dan dilakukan tersangka inisial RC, dugaan tindak pidana Penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHPidana.

Tersangka RC dilaporkan oleh ibu kandung korban yang bernama Nurlina (52) perempuan, mengurus rumah tangga, Alamat Gampong Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan.

Pelaku RC, bekerja sebagai seorang pegawai negeri sipil di KPLP Tapaktuan dengan usia 35 Tahun, Laki laki, Alamat Desa Sawang I Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan.

Sedangkan Korban, Diyo Prayoga (27), Laki laki, Islam, alamat Gampong Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan (keterbelakangan menta/Disabilitas sejak lahir), ujar Kasat Reskrim Iptu Bima.

Sedangkan saksi – saksi dalam kasus ini sebagai berikut, Idel (30) mengurus rumah tangga, Alamat Gampong Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Yulizar (60) Pensiunan, Alamat Gampong Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Cindi Yulia (20) eks pelajar, perempuan, alamat Gampong Lhok Bengkuang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan.

Baca Juga:  YLBH AKA Nagan Raya Tandatangani Kerjasama dengan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Kronologi Kejadian:
Pada hari Senin (07/12) sekira Pukul 20.30 Wib telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Saudara RC terhadap Saudara Diyo Prayoga dengan cara memukul menggunakan kepalan tangan kanan dan kiri ke arah wajah bagian pipi kanan dan kiri serta arah dagu serta menendang menggunakan kaki kanan yang mengakibatkan Saudara Diyo Prayoga mengalami luka memar dibagian pipi kanan dan kiri, goyang/hampir terlepas satu buah gigi seri bagian bawah yang mengeluarkan darah, rasa sakit dan nyeri dibagian ulu hati dalam perut serta luka goresan dibagian lutut.

Baca Juga:  Bupati Aceh Selatan Tgk.Amran Membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXV Tingkat Kabupaten Aceh Selatan

Sementara itu Hasil Visum et repertum dari pihak medis no 145/5721/SKV/KUCS/2020 tanggal 08 Desember 2020. Alasan/modus operandi saudara RC melakukan penganiayaan terhadap Saudara Diyo Prayoga karena RC menduga Diyo Prayoga telah menyentuh alat kelamin anak laki laki saudara RC yang masih berusia 8 (Delapan) tahun atas kejadian tersebut Saudari Nurlina sebagai orang tua/ibu dari Diyo Prayoga merasa keberatan dan melaporkan ke Polres Aceh Selatan untuk dilakukan proses penyidikan sampai ke penuntutan, pungkas Kasat Reskrim Iptu Bima.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar