PDAM Kluet Utara 5 Tahun Tak Mencrot, Warga Merana

Rameune.com - 28 June 2021
PDAM Kluet Utara 5 Tahun Tak Mencrot, Warga Merana
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Selatan – Perusahaan daerah air minum (PDAM) cabang Kota Fajar kecamatan Kluet Utara sudah 5 tahun tidak beroperasi, hal ini menjadi pertanyaan besar bagi warga Kluet Utara khususnya gampong Kota Fajar dan sekitarnya.

Ruang Generator PDAM IKK Kluet Utara/Foto: Kausar

Betapa tidak dengan kondisi gampong Kota Fajar yang padat penduduk dan lokasi perkampungan yang sebagian besar bermata air payau, maka ketersediaan air bersih dari PDAM sangat diharapkan, namun harapan itu saat ini semakin kandas dengan berhentinya beroperasi instalasi kota kecamatan (IKK) PDAM di kecamatan tersebut.

Keluhan ini semakin santer (kencang) terdengar seiring tidak adanya tanggapan jelas PDAM Tirta Naga Tapaktuan kapan IKK tersebut akan beroperasi kembali, Khalidi (30) warga gampong Kota Fajar mengaku selama ini ia dan masyarakat lain hanya bisa pasrah , untuk kebutuhan air bersihnya ia telah membuat sumur bor, namun tak bisa diharapkan kondisi air dikawasan tersebut keruh dan beraroma payau.

Baca Juga:  Cara Membuat Google Form dengan Mudah

“Kondisi ini telah kami rasakan sejak pemerintahan Bupati T. Sama Indra hingga saat ini, ini sudah sekitar 5 tahun lebih air PDAM unit IKK Kluet Utara tidak mengalir,” ucapnya kepada Rameune.com, Senin (28/6/2021).

Untuk itu Khalidi meminta direksi PDAM Tirta Naga menjalankan fungsinya sesuai yang tertuang dalam qanun Aceh Selatan No.4 tahun 2003, sehingga apa yang hari ini menjadi keluhan kami masyarakat dapat tertampung dan terjawab demi tercapainya pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Hindari Error! Begini Cara Update Driver Windows yang Baik dan Benar

“Sesuai isi qanun tersebut direksi PDAM memiliki fungsi memimpin dan mengendalikan semua kegiatan PDAM, merencanakan dan menyusun program kerja 5 tahun dan tahunan dan mengurus serta mengelola kekayaan PDAM,” urainya.

Khalidi mengatakan yang sangat ironis adalah tidak beroperasinya IKK PDAM Kluet Utara selama 5 tahun disebut-sebut akibat kerusakan mesin, namun parahnya lagi sejumlah sarana IKK PDAM dibiarkan terbengkalai tanpa ada perawatan dan terkesan ditelantarkan.

“Sarana yang ada di gunung Kalang Paloh saat ini telah ditutup semak belukar, beberapa pintu bangunan rusak, alat-alat dan mesin dibiarkan begitu saja seperti tidak ada pemiliknya, ini miris sepertinya barang-barang tersebut tidak ada tuannya,” ucap Khalidi.

Baca Juga:  Cara Mengubah PDF Ke Word Paling Mudah dan Cepat

Untuk itu ia berharap agar anggota dewan perwakilan rakyat kabupaten (DPRK) Aceh Selatan yang bermitra dengan PDAM Tirta Naga untuk merespon apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat terhadap PDAM Tirta Naga khususnya di Kluet Utara.

“Kami berharap wakil kami yang ada di DPRK Aceh Selatan agar dapat merespon dan memikirkan solusi atas keluhan yang telah menahun ini, harapan kami di bawah pemerintahan Azam, Aceh Selatan hebat itu bukan hanya sekedar slogan namun benar-benar terealisasi dengan baik dan terarah,” ucapnya menutup keterangan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PDAM Tirta Naga Tapaktuan belum memberikan konfirmasi dan klarifikasi terkait keluhan warga masyarakat Kluet Utara yang menjadi pelanggan PDAM Tirta Naga tersebut.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar