Peringati Hari Tani, Jangan Cuma Hibur Petani Dengan Sebutan Pahlawan

Rameune.com - 25 September 2021
Peringati Hari Tani, Jangan Cuma Hibur Petani Dengan Sebutan Pahlawan
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Banda Aceh – Hadir menjadi salah seorang narasumber di Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Peuhaba Pertanian Aceh, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc, Direktur Politeknik Aceh Selatan menyampaikan warning yang keras. Banda Aceh, Sabtu (24/09/2021).

Menurutnya, kecuali teknologi, semua sumber daya di bidang pertanian terus mengalami degradasi. Lahan semakin menyusut, kesuburan alamiah menurun, ketersediaan air berkurang, ekologi terganggu, dan yang paling perlu diwaspadai saat ini adalah degradasi SDM tani.

“Ini yang hadir umumnya mahasiswa pertanian, saya sama sekali tidak yakin jika anda-anda ini kelak akan memilih profesi sebagai petani setelah tamat studi” tuding Yasar.

Untuk memperkuat argumen tersebut, Yasar yang juga merupakan Dosen Tetap di Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala itu mengajak peserta untuk mencermati data presentasi jumlah petani yang kian hari kian menurun.

Baca Juga:  Unjuk Rasa Tolak Habib Rizieq Dibubarkan Oleh Mahasiswa

Persoalan lahan, lanjutnya, hadirnya Qanun Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dapat dijadikan harapan sebagai solusi. Degradasi kualitas lahan dan produksi masih bisa kita harapkan lewat penguatan teknologi, namun degradasi SDM tani, ini adalah masalah besar yang perlu diantisipasi segera.

Penyebabnya sederhana, hingga saat ini masyarakat kita masih melihat sektor pertanian sebagai sektor pekerjaan yang kurang prosfektif. Resiko kegagalan produksi begitu besar, belum lagi masalah kepastian harga. Selalunya, harga jatuh saat panen raya tiba. Dan kita sangat tidak adil memperlakukan petani.

Baca Juga:  Breaking News: Mobil vs Mobil

“Saat harga jatuh kita tutup mata, membiarkan urusan harga menjadi mekanisme pasar. Tetapi ketika harga melambung tinggi, langsung operasi pasar” ungkap Yasar.

“Kita cuma menghibur mereka petani sebagai pahlawan pangan, sementara yang kita tuntut dari mereka pengorbanannya terus, karena kepahlawanan identik dengan pengorbanan, bukankah ini sama dengan kita mengorbankan petani?”, tambah Yasar.

“Oleh sebab itu mari kita perkuat nilai tawar petani, sebelumnya kita perlu sadar bahwa bangsa ini selalu membanggakan diri sebagai negara agraris, tetapi potensi ini tidak pernah digarap dengan serius. Harusnya kita jadikan pertanian sebagai sasaran utama pembangunan. Kita bangkit sebagai negara penghasil pangan dunia. Kitalah harusnya negara “the kitchen of the world “ itu karena semua kebutuhan pangan dunia bisa kita produksi di tanah air kita”, jelas Yasar bersemangat.

Baca Juga:  Ratusan Siswa Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2020

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari tani nasional oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian USK itu dibuka oleh Gubernur Aceh melalui Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid antara daring dan luring itu menghadirkan 4 narasumber yakni: Azanuddin Kurnia, SP.,MP dari unsur pemerintah, Yahdi Hasan, SI.Kom dari unsur DPRA, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc dari unsur akademisi, dan Muhammad Nur, SH dari unsur LSM.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar