Pertanyakan Realisasi BST, Oknum Keuchik di Aceh Selatan Tuding LSM LIBAS Mempolitisir

Rameune.com - 1 August 2021
Pertanyakan Realisasi BST, Oknum Keuchik di Aceh Selatan Tuding LSM LIBAS Mempolitisir
  Koordinator LSM LIBAS, Mayfendri
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Selatan – Terkait informasi belum dibagikannya kupon Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada beberapa penerima manfaat beberapa hari lalu, oknum keuchik di Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, menuding Koordinator LSM LIBAS, Mayfendri mempolitisir isu dimaksud.

“Tuduhan telah mempolitisir tersebut saya ketahui setelah salah seorang wartawan media elektronik mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Keuchik Gampong Gunung Kerambil, pada Jumat (30/7/2021) lalu,” kata Mayfendri kepada wartawan di Tapaktuan, Minggu (01/8/2021).

Awalnya, lanjutnya, ia menerima informasi ada beberapa warga Gampong Gunung Kerambil, sebagai penerima BST tidak mendapatkan kuponnya. Kemudian informasi tersebut diteruskan kepada wartawan untuk dikonfirmasi kebenarannya.

“Namun dalam konfirmasi itu keuchik malah menyeret-nyeret nama saya bahkan menuduh saya telah mempolitisir informasi tersebut,” ucapnya.

Mayfendri menyatakan, selain memberikan konfirmasi informasi itu, keuchik secara sengaja menuduhnya sebagai dalang dibalik informasi itu dan telah menyeret informasi tersebut ke ranah politik.

Herannya, dalam konfirmasi kepada wartawan, keuchik dengan nada tinggi menyela pembicaraan wartawan dengan kalimat, tunggu dulu, supaya bapak jelas nanti, nanti jangan pemberitaannya salah.

“Saya melihat ini sudah diseret-seret ke ranah politik kayanya ini, ini perlu saya luruskan, saya tau siapa dibelakangnya ini, ini Mayfendri di belakangnya ini,” ungkap Mayfendri mengutip ucapan keuchik Gunung Kerambil tersebut.

Tak hanya itu, sambung Mayfendri, dengan nada menantang keuchik Gampong Gunung Kerambil kepada wartawan mengatakan jika ada pihak mempolitisir informasi tersebut untuk dibawa ke hadapannya.

“Kalau ada orang yang mau mempolitisir coba bapak tunjukkan hidungnya ke saya, Mayfendri mau mempolitisir wartawan senior di kampung kami itu suruh datang dia sama saya, suruh datang Mayfendri itu ke saya, jangan menyanyi di media, dia orang masyarakat seharusnya bantu masyarakat datangi saya, gak perlu dia politisir-politisir tu wartawan senior tu,” beber Mayfendri masih mengutip ucapan keuchik.

Terkait hal itu, Mayfendri menyampaikan bahwa dirinya bukanlah wartawan, hanya saja sebagai LSM yang selalu menampung aspirasi masyarakat dan dikonfirmasikan melalui wartawan yang ada di Aceh Selatan.

“Saya kecewa atas tuduhan dan fitnah yang dilakukan Keuchik Gampong Gunung Kerambil tersebut,” cetusnya.

“Saya kan LSM, bukan wartawan, lalu kenapa nama saya diseret-seret dalam permasalahan pemerintahan gampong, apa yang telah saya politisir, ini murni fitnah dan tuduhan tidak berdasar yang merugikan nama serta profesi saya selaku LSM,” tambahnya.

Ia menyampaikan, terkait hal itu terhitung Minggu (01/08/2021) pukul 12:00 dirinya memberikan waktu selama 3 X 24 jam kepada keuchik Gunung Kerambil untuk membuktikan tuduhannya tersebut, jika tidak ada bukti ia meminta agar keuchik meminta maaf.

“Saya memberikan waktu selama 3 X 24 jam untuk membuktikan tuduhannya tersebut, jika tidak memberikan bukti segera cabut pernyataannya itu dan meminta maaf, jika tidak saya atas nama LSM LIBAS akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar