Pimpinan Dayah Al-Ikhwan Belum Penuhi Panggilan Pemkab Aceh Selatan

Rameune.com - April 7, 2021
Pimpinan Dayah Al-Ikhwan Belum Penuhi Panggilan Pemkab Aceh Selatan
  Rameune.com
Penulis
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Selatan – Pimpinan Dayah Al-Ikhwan, Tgk. H. Armisli belum memenuhi panggilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan melalui Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah).

“Pemanggilan beliau, terkait tidak aktifnya Dayah Al-Ikhwan di Gampong Panton Rubek, Kec. Labuhanhaji Barat itu,” kata Kepala Disdik Dayah Aceh Selatan, Drs. Farid Wajidi kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (07/04/2021).

Namun, lanjut Farid Wajidi, setelah beberapa hari sejak dilayangkan surat panggilan tersebut hingga hari ini Pimpinan Dayah Al-Ikhwan Tgk. H. Armisli belum mendatangi Disdik Dayah Aceh Selatan.

“Seharusnya beliau datang ke Disdik Dayah Aceh Selatan untuk klarifikasi terkait pernyataan beliau tentang pembangunan asrama Dayah Al-Ikhwan ada unsur perjanjian politik,” sebutnya.

Ia menyatakan, pernyataan Pimpinan Dayah Al-Ikhwan ada unsur perjanjian politik atas teralisasi pembangunan asrama putri Dayah Al-Ikhwan, semua itu tidak benar.

“Karena pembangunan dayah di Aceh Selatan ini berdasarkan kebutuhan dayah, dan bukan keinginan saja,” ungkapnya.

Secara terpisah, Koordinator LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (LIBAS) Mayfendri menyebutkan, tidak pernah menyatakan pembangunan asrama Dayah Al-Ikhwan ada unsur perjanjian politik.

“Pernyataan ada unsur politik itukan timbulnya dari pimpinan dayah sendiri. Saya akan tetap memantau bulian di media sosial. Jika ada unsur pencemaran nama baik akan saya laporkan ke polisi,” tegasnya.

Sebagaimana pernyataan LIBAS sebelumnya, bahwa proyek Asrama Dayah Al-Ikhwan dari dana Otsus Tahun 2020 itu diduga tidak tepat sasaran.

“Proyek dari sumber dana Otsus Tahun 2020 sebesar Rp. 712 Juta lebih itu patut kita duga tidak tepat sasaran, karena dibangun di Dayah tidak aktif sejak tahun 2017,” kata Mayfendri, Sabtu 27 Maret 2021.

Ia menyebutkan, dibangunnya asrama dayah di dayah tidak aktif terkesan Dinas Pendidikan Dayah memaksakan kehendak. Sebagaimana diketahui aktifnya sebuah dayah ada santri, ada guru dan fasilitas.

“Herannya, mengapa Dinas Pendidikan Dayah setelah memverifikasi Dayah Al-Ikhwan tetap melanjutkan pembangunan asrama dayah tersebut,” ungkapnya.

Juga sebagaimana diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan Asrama Dayah Al-Ikhwan di Gampong Panton Rubek, Kecamatan Labuhanhaji Barat, Aceh Selatan, diduga dibangun di Dayah tidak aktif.

Asrama Dayah Al-Ikhwan di Gampong Panton Rubek tersebut dibangun dari sumber dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2020 sebesar Rp. 712 Juta lebih.

Berdasarkan informasi dihimpun dari Masyarakat Gampong Panton Rubek, Dayah Al-Ikhwan, sejak tahun 2017 hingga kini tidak aktif lagi.

“Sejak tahun 2017 hingga kini di Dayah Al-Ikhwan tidak ada lagi santri maupun pimpinan Dayah,” ungkap sejumlah Tokoh Masyarakat Gampong Panton Rubek kepada wartawan, Jum’at 26 Maret 2021.

Keuchik Gampong Panton Rubek, Zulkifli ketika dihubungi secara terpisah membenarkan Dayah Al-Ikhwan tidak aktif lagi sejak tahun 2017 lalu.

“Pada saat awal rencana pembangunan Asrama Dayah tersebut, saya dan perangkat gampong pernah menolaknya, karena tidak aktif lagi,” sebutnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar