RSUD SAS Peureulak Parno, Kluarga Tak Terima Di Tuding Terpapar Covid-19

Rameune.com - 3 August 2021
RSUD SAS Peureulak Parno, Kluarga Tak Terima Di Tuding Terpapar Covid-19
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Aceh Timur – Pasien hamil di tuduh terenfeksi virus corona atau Covid-19 di salah satu RSUDSAS peureulak Aceh Timur menjadi sorotan Masyarakat, Senin (2/8/21).

Keluarga pasien yang dituding terpapar Covid-19 merasa kecewa akhirnya angkat bicara dan sesalkan tindakan dari petugas kesehatan yang terkesan paranoit (parno) dengan tidak mengecek terkait kondisi pasien yang sebenernya.

Hal tersebut di sampaikan Suami FN pada awak Media jum’at (30/7), yang kecewa atas kinerja pihak RSUD SAS Peureulak.

FN warga Desa Seumanah Jaya yang hamil 7 bulan mengaku dirinya memakan buah durian sehingga mengganggu kandungannya, merasa kesakitan dirinya diminta di bawakan ke RS sampainya di RS bukan mendapatkan perawatan terkait kandungan malah pihak RS memperumit masalah dengan mengatakan FN positif Covid-19.

Baca Juga:  Diduga Limbah Emas Ilegal, YARA Aceh Selatan Minta Kapolda Aceh Usut

Merasa kecewa dengan tindakan pihak RS pihak keluarga meminta izin untuk di bawa pulang, akan tetapi hal tersebut tidak sampai disitu pihak RSUD SAS melalui Puskesmas Ranto Peureulak mendatangi kediaman FN dan mengecek kondisi dari FN.

Keluarga FN mengaku kecewa dengan sikap dan tindakan tersebut karena dapat mengganggu pikiran dan kondisi FN yang sedang mengandung, dan juga keluarganya berkata hal tersebut juga membuat FN menjadi panik dan sekarang FN tidak nafsu makan dan pucat karena hal tersebut.

Pihak keluarga menambahkan jika apa apa terjadi dengan FN dan kandungannya maka keluarga akan menuntut pihak RSUD SAS tersebut.

Baca Juga:  Nadia Mulia Sary, Gadis Cantik Hobby Fashion dan menggambar

Terpisah dari pada itu saat pihak media melakukan konfirmasi kepada kepala Puskesmas Ranto Peureulak Cut indra kusuma mengatakan kami hanya menjalankan tugas seperti mana yang di arahkan sesuai tupoksi kami, dan kita juga ada bukti WA arahan dari pihak RSUD SAS,” ungkapnya.

Terpisah dari pada itu pula saat media melakukan konfirmasi kepada Direktur RSUD SAS Peureulak dr. Rita Rosti, M.Kes mengatakan, makan durian untuk ibu yang hamil sudah 7 bulan sepertinya tidak mengapa, kecuali hamil trisemester pertama, sikap kecewa pasien dan keluarga tidak beralasan, tentunya karna mereka tidak tahu tugas dan tanggung jawab yang harus kami jalani terkait pandemi ini.

Semua pasien yang ketika masuk IGD dengan keluhan demam, gejala sesak nafas, mencret dan gejala lain terkait pandemi ini wajib di lakukan pemeriksaan Rapid test sebelum dirawat. hal ini dilakukan agar menjaga meluasnya kontak pasien yg di duga menderita covid dangan pasien lain serta petugas di RS.

Baca Juga:  Pengurus SEMMI Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar Dilantik

Pasien yang hasil pemeriksaan Rapid antigennya reaktif harus di rawat di pinere. Mengapa demikian? Karena pasien harus di isolasi dangan tujuan mengurangi kontak dengan banyak orang dan untuk mengurangi penularan, bila hasilnya negatif dan gejala yang dikeluhkan membaik pasien dapat pulang dan isolasi mandiri di Rumah.

RS wajib menyampaikan ke Puskesmas domisili pasien, bahwa pemantauan isolasi mandiri pasien menjadi tanggung jawab puskesmas,” ungkapnya.

(Bayu)

Bagikan:

Tinggalkan Komentar