Sebagian Nelayan Aceh Timur Enggan Melaut akibat Cuaca Buruk

Rameune.com - February 21, 2021
Sebagian Nelayan Aceh Timur Enggan Melaut akibat Cuaca Buruk
  Rameune.com
Penulis
|
Editor

Rameune.com, Aceh Timur – Cuaca buruk disertai angin kencang yang melanda pesisir laut di kawasan Kuala Idi beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah kapal nelayan di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh tak bisa melaut.

Seperti yang kita lihat,Sejumlah kapal nelayan yang bersandar di dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Idi (PPN IDI) karena tidak bisa berlayar akibat cuaca buruk.

Menurut Ridwan seorang nelayan setempat, mengatakan, Nelayan tidak bisa melaut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Percuma melaut ombak lagi besar, dipaksakan juga hasil tangkapan sangat minim,” kata Ridwan, Minggu (21/02/2021).

Dirinya menjelaskan, kebanyakan warga di daerah Aceh Timur Khususnya Warga Idi rayeuk menggantungkan mata pencahariannya sebagian dilaut. “Kondisi seperti ini biasanya akan berlangsung sekitaran satu minggu kedepan. Banyak yang nekat melaut walau hasil sedikit yang penting cukup untuk makan sehari-hari,” ungkapya.

Lebih lanjut Ridwan menambahkan biasanya nelayan akan aktif melaut, bila kondisi cuaca sudah mulai membaik. “Kami biasanya memanfaatkan waktu untuk memperbaiki kerusakan kapal,jaring ikan dan perlengkapan kapal lainnya agar hasil tangkapan dapat lebih optimal,” tutur Ridwan.

Sebelumnya BMKG Malikussaleh Pernah Menghimbau Kepada Nelayan Aceh pada tanggal 18 Februari 2021, terkait risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran : Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Sebagian harga ikan di pelabuhan perikanan nusantara idi dratis naik akibat cuaca buruk, apabila cuaca sudah membaik maka harga ikan kembali normal seperti biasa,” ungkap Ridwan. (Bayu)