Warga mengeluh PDAM Tirta Naga Sajikan Air Keruh

Rameune.com - January 14, 2021
Warga mengeluh PDAM Tirta Naga Sajikan Air Keruh
  (Rameune.com)
Penulis
|

Rameune.com, Aceh Selatan – Mendengar kata PDAM (maksudnya perusahaan daerah air minum-red), sebagian pikiran sebagian orang langsung  tertuju kepada air bersih.

Tapi, tunggu dulu. Pikiran itu, (mungkin) bukan untuk  warga Samadua, Tapaktuan, Kotafajar Kluet dan kota kecamatan lain di Aceh Selatan.

Kenapa? Karena, sebagian warga di sana (baca pelanggan-red) tidak (belum) menikmati suguhan air bersih yang sesungguhnya. Apalagi air yang benar-benar  higienis.

Sebaliknya, mereka mengkonsumsi air PDAM Tirta Naga yang kuning, berlumpur dan berpasir.

Padahal, sesungguhnya, PDAM Tirta Naga Tapaktuan,  satu-satunya perusahaan penyedia air bersih di kabupaten ini yang telah berusia lebih dari 40 tahun, sudah bisa “menyajikan” air bersih yang higienis tersebut. Harapan ini, mungkin terlalu besar, tapi paling tidak, janganlah PDAM Tirta Naga yang kita banggakan ini setiap kali hujan menyajikan suguhan air yang berlumpur.

Menurut beberapa warga, fenomena air yang digambarkan di atas, terjadi sejak lama. Tetapi, ironisnya, dalam 5-7 tahun terakhir ini lebih parah lagi kondisi airnya.

Sebagian mereka bahkan menyebut istilah “perusahaan air bersih” itu menjadi  “perusahaan air berlumpur’.

Pelanggan air bersih di kecamatan Samadua, kepada Rameune.com, di Tapaktuan, Kamis (14/01/2021), menyatakan keluhannya atas air yang disuply PDAM Tirta Naga Tapaktuan sangat kotor dan berlumpur dengan warna kehitam-hitaman.

“Bak mandi yang baru dicuci langsung kotor lagi akibat air berlumpur dan berpasir,” kata salah seorang pelanggan.

Dia berharap, agar menejemen PDAM Tirta Naga Tapaktuan dapat melakukan perbaikan pelayanan dan perbaikan kualitas air. Dan, kepada Pemkab Aceh Selatan diharapkan agar meninjau keberadan menejemen perusahaan plat merah itu.

Karena, dia juga khawatir terhadap pertumbuhan fisik dan mental anak yang tidak sehat akibat mengkonsumsi air bersih tidak berstandar kesehatan.

“Saya mendengar dari kalangan kesehatan, air tidak bersih menyebabkan anak tidak tumbuh secara sehat (stunting),” kata warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Direktur PDAM Tirta Naga Tapaktuan Cut Maisarah, SE, yang ditanyai Rameune.com via Watshap, Kamis, (14/1), mengakui keruhnya air pasokan PDAM Tirta Naga Tapaktuan itu.

“Kemaren itu, air memang keruh akibat curah  hujan yang begitu tinggi pada malam hari, sehingga sampa satu hari air keruh sejak dari hulu,” katanya.

Terkait dengan hal itu, menurutnya, akibat dari water treatment yang  rusak sudah beberapa tahun, tetapi hingga saat ini belum  dapat perbaikan

“Kami pihak dari PDAM berusaha untuk memohon bantuan tetapi belum  ada turun, mudah-an  dalam  waktu dekat i ini, permohonan kami segera di respon baik dar pemerintah daerah maupun provinsi dan pusat,” katanya.

Dengan keadaan menejemen yang belum baik dan profesional, menjadi salah satu persoalan yang menghambat kemajuan PDAM Tirta Naga Tapaktuan. Demikian pula, tuntutan warga di lain pihak dan tuntutan keuangan operasional dan kebutuhan menejemen di pihak lain.

Disinyalir menjadi penyebab buruknya pengelolaan PDAM Tirta Naga tersebut.