Wartawan Mitra Keuchik (WMK) Aceh Selatan

Rameune.com - June 14, 2020
Wartawan Mitra Keuchik (WMK) Aceh Selatan
  ()
Penulis

Wartawan Mitra Keuchik (MWK)

LATAR BELAKANG

Pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian desa telah lama mengucurkan anggaran dana desa ke seluruh pelosok tanah air, tujuannya adalah untuk pembangunan baik itu insfratruktur maupun perekonomian masyarakat.

Setelah hampir enam tahun berjalan, program pemerintah ini tentu saja belum sepenuhnya optimal, hal itu dibuktikan banyak serapan ADD tidak tepat sasaran, para kepala desa tersandung kasus korupsi serta persoalan lainnya di pemerintahan desa. Namun tentu saja tidak semua persoalan ini atas unsur kesengajaan pemerintah desa,hal itu dapat saja karena terbatasnya informasi serta tidak adanya pendampingan terhadap para kepala desa secara maksimal, sehingga hal tersebut malah berdampak pada adanya konflik sosial baru antara warga dan aparat desa.

Sebagai ujung tombak pembangunan, desa beserta anggaran dana desanya diharapkan dapat memberikan kontribusi baru kepada masyarakat, baik itu dengan pembangunan infrastruktur, ekonomi, pemberdayaan dan program lainnya, sehingga kemandirian desa dapat dicapai dengan baik dan tepat sasaran.

Oleh sebab itu, sebagai kontrol sosial para wartawan di daerah telah melihat sekelumit persoalan yang dihadapkan kepada para kepala desa, yang mengakibatkan terjadinya masalah-masalah sosial di desa, karenanya para wartawan yang tergabung dalam Wartawan Mitra Keuchik akan memberikan kontribusinya lewat kerja sama dan keterbukaan informasi antara perangkat desa dan wartawan, sehingga dapat mempublikasikan hal-hal positif dari perangkat gampong untuk seluruh lapisan masyarakat.

SIAPA MWK ITU?
 
Sebelum membahas fungsinya tentu kita perlu tau, siapa WMK itu,?
WMK adalah para jurnalis, wartawan, pewarta yang terdiri dari berbagai media baik media cetak, online hingga elektronik.

 APA FUNGSI WMK?

Sebagai mana kita ketahui bersama tugas dan fungsi wartawan adalah menyajikan informasi menjadi berita serta mengkonfirmasinya, sehingga sebuah informasi tersebut layak menjadi karya jurnalistik yang berimbang.
Disamping itu, para pemimpin negeri ini juga telah memerintahkan agar para wartawan terlibat aktif dalam pengawasan dana desa.

“Kami berharap media aktif menyosialisasikan mengenai dana desa serta turut mengawasi penggunaan dana desa tersebut,” ujar Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Samsul Widodo, usai penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah media di Jakarta, Kamis (15/2/2018) lalu.

Mendes juga mengapresiasi media yang membuat khalayak sadar akan pentingnya dana desa.

“Yang penting ada partisipasi dari masyarakat dan pengawasan masyarakat. Itulah peran media,” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo di Kantor Kemendes, Kalibata, Jakarta Selatan seperti ditulis Selasa (2/4/2019) silam.

Sementara hal serupa juga disebutkan petinggi KPK, KPK berharap hadirnya pers dapat membantu mengawasi dana desa.

Wakil Ketua Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata, mengajak agar wartawan juga ikut membantu penegak hukum memonitoring penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD).Menurutnya, keterlibatan wartawan dalam memonitoring penggunaan anggaran dana Desa, akan lebih cepat diketahui karena rekan media lebih aktif di lapangan.“Dalam hal ini, kami menginginkan para wartawan ikut juga mengontrol penggunaan anggaran Dana Desa yang telah digunakan” ujarnya
Alexander, ingin agar para Wartawan ikut mengontrol penggunaa Anggaran Dana Desa (ADD) yang telah di gunakan. Sampai dimana titik kebenaran penggunaan anggarannya, agar masyarakat tau.“Intinya apakah penggunaannya sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat atau tidak, karena KPK tidak mungkin mengontrol turun ke Desa-desa, kalau bukan bantuan dari rekan-rekan Media” kata Alexander Mawarta saat konferensi Pers di ball Room Maleo Hotel, beberapa hari lalu, Jumat (19/7/2019).

Berdasarkan hal tersebut, khususnya di kabupaten Aceh Selatan, WMK akan bekerjasama dengan aparat desa baik dalam pengawasan dana desa, pemberitaan serta mendorong program-program positif dalam pembangunan kabupaten Aceh Selatan.

VISI

Membantu mempercepat pembangunan daerah melalui Dana Desa
​Menciptakan Pemerintahan Desa Yang Transparan
​Membantu mempercepat tercapainya Desa Mandiri

MISI

Menyarankan, mendorong pemerintah desa untuk menggunakan Dana Desa tepat sasaran
​Membantu Aparatur desa dalam menyusun dan mempublikasi kegiatan-kegiatan positif untuk masyarakat
​Menyarankan dan mendorong pemerintah gampong untuk memprioritaskan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat

SARAN

Itulah penjelasan tentang WMK Aceh Selatan dan fungsinya, sehingga ke depan seluruh kepala desa di kabupaten Aceh Selatan dapat ikut andil bersama WMK Aceh Selatan menuju pembangunan

PENUTUP

WMK Aceh Selatan akan segera melakukan musyawarah serta menyusun
Memorandum Of Understanding (MOU) dengan aparatur desa sebagai langkah awal untuk menjalan visi dan misi.

Struktur Wartawan Mitra Keuchik (WMK)

Ketua          : Tomingse M.Si (Mitrapol.com)
Sekretaris : Yurisman A.Md.Kep (X.News.com)
Bendahara : Fatayatul Ahmad S.Pd M.Pd (HarianRakyatAceh.com)

Dewan Pembina

  1. May Fendri SE (KBBAceh.com
  2. Imran Samad (Habarakyat.com)
  3. Taufik Zass, SH.,M.H.,M.Kn (Serambi)

Kepala Bidang Pengawasan dan Monitoring : Zuhelmi SH.(Metropolis.com)

Kepala Bidang Humas dan Mediasi : Safdar Amd.kep (LiputanRakyat.com)

Kepala Bidang Advokasi dan Pendampingan Hukum : Asrulliadi SH (TVRI)

Kepala Bidang Hubungan antar Lembaga : Naidy Beurawe S.Pd (LiputanInvestigasi.com dan Thetapaktuanpost.com)

Kepala Bidang Investigasi : Muswandi,S.Ak (MNoa.com)

Kepala Bidang Olahraga, Sosial dan Logistik :

  1. Faisal Ali A.Md
  2. Ifandi SH
  3. Kausar (BeritaMerdekaOnline.com)
  4. Fatihul Jihad S.pd.I (LiputanAceh.com)