YARA: Galian C di Desa Pantee Rakyat Diduga Ilegal, Aparat Hukum Diminta Turun Tangan

Rameune.com - 12 June 2021
YARA: Galian C di Desa Pantee Rakyat Diduga Ilegal, Aparat Hukum Diminta Turun Tangan
  Rameune.com
Bagikan:

Rameune.com, Blangpidie – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mengungkapnya adanya aktifitas penambangan galian C di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang diduga tidak mengantongi izin (ilegal) tepatnya di Dusun Plat Merah, Desa Pantee Rakyat, Kecamatan Babahrot.

“Informasi itu sudah kami investigasi dan investarisir, pihak-pihak yang diduga kuat melakukan kegiatan melanggar hukum sebagaimana dimaksut dalam Undang-Undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara,” kata ketua YARA Kabupaten Abdya, Suhaimi, Jumat (11/06/2021).

Baca Juga:  Gampong Kotafajar Sembelih Sembilan Ekor Hewan Kurban

Suhaimi. N, SH mengungkapkan, berdasrkan hasil investigasi dilapangan, aktifitas pengambilan material batu gajah (batu gunung) di kawasan pengunungan Kecamatan Babahrot, Abdya tersebut sudah berlangsung sepekan lalu.

“Lokasinya berjarak sekitar 200 meter dari jalan nasional, Desa Pante Rakyat, Babahrot. Menurut keterangan dari warga, aktifitas pengambilan galian C batu gajah itu sudah berlangsung satu minggu diangkut ke arah Nagan Raya. Ada juga ke arah Blangpidie,” ujarnya.

YARA menduga aktifitas pengurukan batu gunung tersebut ilegal, karena tidak tercantum pada data perizinan usaha pertambangan mineral pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Abdya.

Baca Juga:  Camat Ranto Peureulak Lantik Keuchik Paya Palas Dan Keuchik Seulemak Muda

“Dari data yang kami peroleh pada DPMPTSPTK dan Transmigrasi Abdya. Tidak ada tercantum lokasi itu. Yang ada izin penambangan batu gunung di Abdya cuma tiga. Pertama di Desa Pasar Kota Bahagia Kuala Batee, di Desa Kayee Aceh Lembah Sabil dan di Desa Babahlung Blangpidie,” sebutnya.

Atas dasar itu, Suhaimi mendesak pihak Kepolisian agar mengusut dan memproses tuntas sesuai hukum yang diamanahkan undang-undang nomor 3 tahun tahun 2020 tentang perubahan atas UU nomor 4 tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batu bara, serta peraturan Menteri ESDM RI nomor 7 tahun 2009.

Baca Juga:  Haji Uma Perbaiki Jalan Rusak Di Panton Labu Yang Sempat Ditanam Pohon Pisang Oleh Warga, Dapat Apresiasi Dari Warga Dan Yara Aceh

“Patut diduga pelaku usaha telah melakukan perbuatan pelanggaran hukum dengan melakukan kegiatan pertambangan galian C batu gunung tanpa mengantongi izin dari Pemerintah, dan perlu diusut karena merugikan negara juga berdampak tidak baik terhadap lingkungan,” tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar